![]() |
| Pemotongan rambut bayi |
Salah satu adat istiadat yang kental
dengan masalah agama adalah perayaan
aqiqah. Dalam istilah sasak aqiqah dikenal dengan sebutan ngurisan. Dimana ketika seorang anak
berusia tujuh hari setelah kelahiran anak tersebut diberi nama, kemudian setelah
14 hari kelahiran baru diadakan perayaan aqiqah. Perayaan aqiqah di desa
Propok, Kelurahan Semayan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat masih terbilang cukup sederhana,
tentunya perayaan ini dilakukan sebagai rasa syukur atas kelahiran si bayi dan menunaikan
kewajiban. Gambaran pelaksanaan aqiqah tersebut sebagai berikut:
- Acara dimulai dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh salah satu tokoh agama di desa itu.
- Sebagai puncak acara yaitu pemotongan rambut sang anak yang dilakukan secara bergilir oleh semua tamu undangan (dalam keadaan berdiri) yang diiringi dengan pembacaan sholawat berzanji dengan anak digendong oleh bapaknya atau orang yang dipercayai, disertai dengan penaruhan rampe di kepala anak tersebut.
- Acara ditutup dengan do’a dan makan bersama.
- Setelah anak tersebut dipotong rambutnya, kemudian dimandikan di bak mandi yang sudah ditaburi rampe, selain rampe ada juga beberapa uang logam yang ditaruh di dalam bak mandi tersebut. Setelah anak itu mandi, uang yang di dalam bak mandi itu diperebutkan oleh masyarakat sekitar. Maksudnya orang-orang saling berebutan untuk mengambil uang logam tersebut.


Wah informasi yang bermanfaat terimakasi 😊
BalasHapusterima kasih kembali..
HapusAdakah maksud dan tujuan si anak dimandikan dengan rampe dan uang logam?
BalasHapushal itu dilakukan dengan harapan supaya anak itu tetap diberkasi dalam keadaan lapang maupun sempit, serta disenangi oleh setiap orang
Hapuskurang lebihnya begitu
Terimakasih unt ilmunya. Sangat bermanfaat👍👍
BalasHapusMari lestarikan tradisi sasaq
BalasHapussetuju!
Hapusbangga jadi orang sasak
Upacara adat yang sangat sangkral sekali, informasi informasi seperti inilah yang seharusnya dishare di medsos agar generasi muda bisa tahu dan mengenal kebudayaan mereka sendiri. Good information 😎😎😎
BalasHapusterima kasih..
Hapussaya sering mengikuti tradisi ini, dan benar-benar menyentuh melihatnya, apalagi ketika orang-orang melantunkan sholawat.
BalasHapusterima kasih informasinya. :)
alhamdulillah masih ada orang yang peduli terhadap tradisi..
HapusSangat sakral dan mencerminkan budaya sekali, hal2 seperti inilah yg seharusnya perlu kita kembangkan dan kita lestarikan. Terimakasih info yg sangat bagus...
BalasHapusApa rampe?
BalasHapusrampe itu adalah tumbuh"an yang dicampur, yang terdiri dari berbagai bunga".
HapusSelama budaya itu bagus dan tentunya tidak menyimpang dari ajaran agama islam, tentunya kenapa tidak kita pertahankan,,??
BalasHapusAkan tetapi yang jadi pertanyaannya disini adalah, maksud dari "uang logam" yang diperebutkan itu untuk apa,,??
Dijadiin jimat gitu,,??
Atau apa ??
Terimakasih, semoga kedepannya lebih baik
Fighting...
penaruhan uang logam itu dimaksudkan sebagai sedekah dan sebagai wujud kebersamaan. karena orang" yang berkerumunan itu tidak menilai jumlah uang tersebut melainkan rasa kekeluargaan dan persaudaravn yang terjalin disana,
Hapusserta bagaimana kelak anak itu akan disenangi di lingkungan masyarakat.
Keren kak, kembangkan :)
BalasHapusterima kasih, adek ku...
HapusLuar biasa. smoga dapat terjaga keutuhan dan kelestariannya
BalasHapusaamiin.. terima kasih..
HapusBudaya perlu dilestarikan,perlu dijaga karena globalisasi akan semakin memuncak khususnya di lombok tengah
BalasHapussetuju!
HapusTeeimakasih referensinya... si tunggu postingan selanjutnya ya...
BalasHapusterima kasih kembali kak..
HapusKeren kak, lestarikan terus budaya kita�� Lanjutkany
BalasHapusLanjutkan
BalasHapussiip kak..
HapusWalaupun proses aqiqah an adalah anjuran dalam agama tapi tau kan mbk beberapa orang Lombok tengah sangat kental dengan berbau di luar agama, lebih di kedepan kan gitu. Itu saja sih mbk
BalasHapusNggih... Terima kasih sudah mampir di kolom komentar...
HapusLuar biasaa... Boleh dijelasin knp anak yang diaquqah ditaruhin rampe di kepalanya ? Apakah Ada filosofi tersendiri ?
BalasHapushal ini merupakan bentuk do agar Tuhan Yang Maha Esa selalu memberikan kesehatan dan keselamatan bagi si bayi
Hapusnamun, saya akan tanyakan lebih lanjut terkait hal ini pada narasumber yang berbeda
ini jadi PR saya kedepannya
terima kasih atas tanggapannya..
Rampe itu sejenis apa ya? Baru dengar dalam aqiqah itu?
BalasHapusrampe itu sejenis campuran tumbuh"an yang sering digunakan jika orang sasak ingin ziarah kubur, yang biasanya ditaruh di atas kuburan atau di dalam teko yang berisi air.
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusterima kasih...
HapusBermanfaat skli informasinyaa. Ditunggu postingan selanjutnya yaa.
BalasHapusBermanfaat...
BalasHapusterima kasih..
HapusInfo yang bermanfaat
BalasHapusterima kasih...
Hapussangat bermanfaat mbak yuulllll hehehehe
BalasHapusterima kasih..
Hapustradisinya sama seperti di daerah saya. thanks buat infonya
BalasHapusterima kasih...
HapusTidak jauh berbeda dengan kebudayaan sumbawa mbak
BalasHapusYang posting, kapan nih akikahin dedek bayinya? Wkwk
BalasHapusTradisinya sama dengan di daerah saya. Terima kasih postingannya
BalasHapussuku sasak yang kaya akan budayanya,
BalasHapusbangga jadi orang sasak :)